Karhutla Melanda di Atas Pondokan, Jalur Pendakian Gunung Arjuno–Welirang Ditutup Total
PASURUAN – Jalur pendakian menuju kawasan Gunung Arjuno dan Gunung Welirang resmi ditutup total. Keputusan tegas ini diambil menyusul insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan lereng pegunungan tersebut sejak Rabu (19/8/2026) dini hari.
Titik api pertama kali terpantau berkobar di atas wilayah Pondokan, tepatnya di sepanjang rute pendakian Arjuno via Tretes, Kelurahan Pecalukan, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Kemunculan kobaran api yang terdeteksi sejak malam hari memaksa pihak pengelola bersiaga penuh guna mengantisipasi eskalasi kebakaran.
Kepala UPT Tahura Raden Soerjo Wilayah Gunung Arjuno-Welirang Jatim, Agustiningtyas Marini, menegaskan bahwa penutupan jalur merupakan langkah mutlak demi keselamatan pengunjung. Petugas gabungan langsung bergerak cepat menyisir jalur untuk mengevakuasi para pendaki yang telah naik sehari sebelumnya agar segera turun, sementara calon pendaki lainnya dilarang keras melintas.
“Semua jalur menuju Arjuno–Welirang ditutup total. Pendaki yang naik kemarin sudah kami evakuasi dan kami minta turun hari ini. Yang berencana naik hari ini tidak diperkenankan sama sekali,” tegas Agustiningtyas saat dikonfirmasi pada Kamis (20/8/2026).
Bagi calon pendaki yang perjalanannya tertunda akibat musibah ini, pihak pengelola memastikan bahwa tiket dan jadwal pendakian dapat dijadwalkan ulang (reschedule) setelah kondisi kawasan dinyatakan benar-benar aman dan steril dari api.
Medan Terjal, Tiga Tim Dikerahkan Padamkan Api Manual
Terkait luasan area yang terbakar, Agustiningtyas menjelaskan bahwa pihaknya saat ini masih berfokus penuh pada pemadaman sehingga belum dapat menghitung total estimasi kerugian luasan lahan.
Medan pegunungan yang terjal dan tidak dapat diakses kendaraan bermotor memaksa tim pemadam awal bergerak dengan berjalan kaki menggunakan metode manual. Sebanyak tiga tim gabungan—yang terdiri dari jajaran Resort Pasuruan, BKSDA, dan para relawan—telah diberangkatkan dari Posko Tretes untuk memburu dan memadamkan titik api.
“Pergerakan tim dibagi menjadi dua arah. Satu tim bergerak menuju kawasan Lembah Kidang, sementara dua tim lainnya disiagakan menuju Lapangan Kota,” paparnya.
Hingga saat ini, pihak UPT Tahura Raden Soerjo terus memantau perkembangan situasi di lapangan secara berkala untuk mencegah perambatan api ke area yang lebih luas. Masyarakat, pendaki, dan relawan diimbau untuk tetap waspada serta mematuhi seluruh instruksi keselamatan yang telah ditetapkan oleh petugas.
