Karhutla Bromo Meluas ke Pasuruan, Helikopter Water Bombing Dikerahkan Gempur Titik Api
PASURUAN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Gunung Bromo kini kian meluas hingga memasuki wilayah darat Kabupaten Pasuruan. Titik api dilaporkan mulai merembet sejak Sabtu sore dan menyasar dua lokasi utama, yakni Blok Mendongan yang berdekatan dengan Gunung Batok serta kawasan Argowulan.
Hingga Minggu (9/8/2026), proses pemadaman di lapangan menemui kendala berat akibat hembusan angin kencang yang mempercepat perambatan api. Pihak Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) menyatakan bahwa kobaran api berpotensi terus membesar jika kecepatan angin tidak segera mereda.
Merespons eskalasi kondisi darurat tersebut, operasi pemadaman terpadu langsung diterjunkan. Tim gabungan yang terdiri dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan, BPBD Jawa Timur, BNPB, dan relawan masyarakat dikerahkan untuk memukul mundur api. Penanganan jalur darat dilakukan melalui penyiraman dan metode manual, seperti teknik gebyok (memadamkan api dengan memukulkan dahan atau alat khusus).
Mengingat medan yang sulit, operasi pemadaman tidak hanya mengandalkan jalur darat. Satuan udara turut dikerahkan dengan mengoperasikan drone air dan helikopter pemadam (water bombing). Metode serangan udara yang telah menjatuhkan bom air berkali-kali sejak Sabtu ini diklaim cukup efektif dan memberikan progres penanganan yang signifikan.
Hasil dari upaya masif ini mulai terlihat. Kebakaran di kawasan Lembah Argowulan telah berhasil dipadamkan sepenuhnya. Meski demikian, titik api yang berada di wilayah Pakis Bincil masih belum sepenuhnya terkendali.
Operasi pemadaman di Pakis Bincil terpaksa dihentikan sementara akibat kendala jarak pandang menjelang malam hari. Rencananya, operasi water bombing beserta pemadaman darat akan kembali dilanjutkan secara intensif pada pagi hari berikutnya.
