Cegah Pencemaran Lingkungan, DLH Pasuruan Kebut Perbaikan Instalasi Air Lindi di TPA Wonokerto

Cegah Pencemaran Lingkungan, DLH Pasuruan Kebut Perbaikan Instalasi Air Lindi di TPA Wonokerto

PASURUAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan terus membenahi sistem pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Wonokerto. Peningkatan infrastruktur kali ini difokuskan pada perbaikan Instalasi Pengolahan Air Lindi (IPAL) agar sistem bekerja lebih efektif, ramah lingkungan, serta menekan potensi pencemaran di sekitar kawasan TPA.

Kepala DLH Kabupaten Pasuruan menjelaskan bahwa sebelumnya, sejumlah sistem pengolahan lindi di lokasi tersebut belum berfungsi maksimal. Hal ini menyebabkan aliran limbah cair tidak sepenuhnya masuk ke dalam instalasi. Oleh karena itu, perbaikan saat ini diprioritaskan pada kolam lindi agar pengelolaan limbah cair tersebut kembali optimal.

Tingginya volume air lindi—yang bersumber dari proses pembusukan sampah serta resapan air hujan—menuntut penanganan yang serius. Untuk mengatasinya, DLH tengah membangun ulang jalur aliran lindi yang mengarah langsung ke instalasi pengolahan. Langkah ini krusial untuk memastikan seluruh limbah cair mengalir pada jalur yang benar dan tidak mencemari lingkungan sekitar.

Lebih dari sekadar perbaikan fisik, teknologi pengolahan air lindi di TPA Wonokerto turut diperbarui. Proses pengolahannya kini memadukan metode mekanik dan kimiawi. Air lindi akan diberi bahan kimia khusus guna memisahkan padatan pencemar, untuk kemudian diproses secara mekanis guna meningkatkan baku mutu air sebelum memasuki tahapan pengolahan lanjutan.

Secara keseluruhan, proyek rehabilitasi ini memiliki cakupan yang luas, meliputi perbaikan saluran, pembenahan instalasi pengolahan, pembangunan area pre-treatment, hingga penyediaan fasilitas pencucian kendaraan operasional. Selain itu, DLH juga merencanakan pemasangan jaring paranet untuk meminimalisasi sampah ringan yang kerap beterbangan.

Hingga awal Agustus ini, progres pekerjaan sipil di TPA Wonokerto dilaporkan telah mencapai angka sekitar 60 persen dan terus dikebut penyelesaiannya.

More From Author

Kejar Target 2026, Pemkab Pasuruan Kebut Peningkatan Status Puluhan Desa Menjadi Maju dan Mandiri

Karhutla Kian Mengganas, Seluruh Akses Wisata Gunung Bromo Ditutup Total

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *