Medan Terjal Sulit Ditembus Jalur Darat, Helikopter Water Bombing Dikerahkan Gempur Karhutla Gunung Arjuno
PASURUAN – Munculnya titik api baru di kawasan Gunung Arjuno memaksa tim gabungan memusatkan strategi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui jalur udara. Operasi pemadaman kini difokuskan menggunakan helikopter water bombing akibat medan lokasi kebakaran yang ekstrem dan tidak memungkinkan untuk dijangkau lewat jalur darat.
Titik api terdeteksi berada di dua titik koordinat berbeda, dengan pergerakan kobaran api yang mengarah ke sisi timur di area tebing utara puncak gunung.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menjelaskan bahwa serangan udara lewat water bombing menjadi opsi paling rasional dan efektif mengingat kontur tebing yang sangat curam. Kendati demikian, personel pemadam di jalur darat tidak ditarik mundur, melainkan tetap disiagakan di posko pemantauan.
“Pasukan darat tetap kami siagakan untuk mengawal batas perimeter aman serta memantau efektivitas dampak pembasahan yang dilakukan dari udara,” terang Sugeng.
Operasi Udara Bergantung Cuaca
Operasi pengeboman air tersebut dijadwalkan berlangsung intensif mulai pagi hingga sore hari, dengan tetap mempertimbangkan stabilitas kondisi cuaca dan arah angin. Demi faktor keselamatan penerbangan, manuver penyiraman air dimaksimalkan pada siang hari guna memukul mundur dan melokalisasi kobaran api agar tidak merembet lebih luas.
Guna memastikan operasi berjalan presisi, BPBD Kabupaten Pasuruan menjalin koordinasi intensif bersama pihak UPT Tahura Raden Soerjo dalam memetakan target pembasahan udara.
Hingga saat ini, tim gabungan terus memantau dinamika pergerakan angin di kawasan puncak tebing Gunung Arjuno yang berpotensi memicu perambatan api. Kesiapsiagaan penuh akan terus dipertahankan sampai seluruh area terdampak dipastikan steril dari titik api maupun bara panas.
