Hampir 70 Tahun Berdiri, KPSP Setia Kawan Nongkojajar Pasok 110 Ton Susu Segar ke Industri Raksasa
PASURUAN – Eksistensi Koperasi Peternakan Sapi Perah (KPSP) Setia Kawan Nongkojajar, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, tak lekang oleh waktu. Memasuki usia hampir 70 tahun, koperasi ini terus menjadi tulang punggung pemasok susu segar bagi Industri Pengolahan Susu (IPS) berskala besar berskala nasional maupun kebutuhan rumah tangga.
Saat ini, KPSP Setia Kawan tercatat menjadi penyuplai utama untuk tujuh perusahaan besar, di antaranya PT Indolakto, Cimory Indonesia, Frisian Flag, Diamond Fair, dan Sari Husada.
Ketua KPSP Setia Kawan Nongkojajar, Sulistiyanto, mengungkapkan bahwa koperasi ini mampu mengelola produksi susu segar mencapai 110 ton per hari. Angka fantastis tersebut dihasilkan dari 12 ribu ekor sapi yang dirawat oleh sekitar 11.300 peternak mitra di kawasan Tutur dan sekitarnya.
Kendati angka produksinya terbilang masif, pria yang akrab disapa Sulis ini mengakui bahwa pasokan tersebut belum sepenuhnya mampu menjawab tingginya kebutuhan pasar.
“Kalau dari permintaan perusahaan, mereka sebenarnya menginginkan pasokan hingga 160 ton susu segar per hari,” ungkap Sulis pada Jumat (24/7/2026).
Guna mengejar defisit target tersebut, Sulis menilai perlunya langkah strategis, salah satunya melalui penambahan populasi sapi perah impor. Sapi impor terbukti memiliki kapasitas output susu yang jauh lebih tinggi dibandingkan sapi lokal. “Dengan memacu produktivitas sapi melalui manajemen pakan yang baik serta penambahan populasi, kami berharap kuantitas produksi akan terus meningkat,” tambahnya.
Ekspansi Bisnis dan Kolaborasi Global
Saat ini, KPSP Setia Kawan tidak hanya bergantung pada produksi susu. Koperasi ini telah berekspansi menjalankan tiga pilar usaha utama, yakni unit peternakan sapi perah, layanan simpan pinjam, serta perdagangan jasa dalam wujud minimarket.
Demi memperluas jangkauan ke pasar luar negeri dan menaikkan standar mutu, KPSP Setia Kawan bahkan telah menjalin kerja sama kemitraan global. Beberapa mitra strategis mereka antara lain Arla Foods (salah satu koperasi raksasa di Denmark), perusahaan pakan ternak asal Belanda, hingga penyedia bibit sapi unggulan dari Selandia Baru.
Kunci keberhasilan koperasi ini juga tidak lepas dari integrasi teknologi. Guna menjaga kualitas dan mutu susu, KPSP Setia Kawan mulai menerapkan sistem pemantauan modern di lapangan.
“Saat ini kami banyak mendapat dukungan dari berbagai stakeholder—mulai dari pemerintah, swasta, hingga akademisi—untuk melakukan digitalisasi. Kami telah memasang alat digital yang terintegrasi secara langsung antara kantor pusat dan pos penampungan sementara,” pungkas Sulis.
