Misteri Penemuan Bayi di Beji Akhirnya Terkuak, Ibu Kandung Masih Berstatus Siswi SMK

 

Kasus penemuan bayi laki-laki di sebuah bekas kolam lele di Dusun/Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, akhirnya menemui titik terang. Polisi berhasil mengungkap identitas ibu kandung bayi tersebut hanya dalam waktu singkat.

Yang cukup mengejutkan, sang ibu ternyata masih di bawah umur. Ia adalah SNR, remaja berusia 16 tahun yang tinggal di Dusun Gununggangsir. Saat ini, SNR masih tercatat sebagai siswi kelas X di salah satu SMK Negeri di Beji. Artinya, ia baru saja menamatkan pendidikan di SMP pada tahun ini.

Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno, membenarkan identitas pelaku tersebut. Ia menjelaskan, Unit Reskrim Polsek Beji melakukan serangkaian penyelidikan untuk melacak siapa orang tua dari bayi yang sempat menggegerkan warga. Penelusuran dilakukan dengan menggali informasi dari bidan desa setempat hingga bidan di desa sekitar.

Upaya itu membuahkan hasil. Hanya sehari setelah penemuan, tepatnya Minggu (7/9), polisi berhasil melacak identitas ibu bayi. “Petugas kemudian mengarah pada SNR, siswi kelas X di salah satu SMK Negeri di Beji. Setelah dilakukan pemeriksaan, yang bersangkutan mengakui bayi tersebut memang anak kandungnya,” terang Joko.

Dalam pengakuannya, SNR mengaku nekat membuang bayi yang baru saja dilahirkan karena panik. Bayi malang itu diletakkan di area bekas kolam lele, hanya ditutupi daun pisang kering. Hingga kini, polisi masih menelusuri kapan tepatnya bayi itu dilahirkan, serta di mana proses persalinan berlangsung dan apakah ada pihak lain yang membantu.

Beberapa barang bukti turut diamankan, di antaranya daun pisang yang berlumuran darah serta kaus putih yang dikenakan pelaku saat kejadian. “Hasil lengkap akan disampaikan setelah proses penyidikan tuntas dan keluarga sudah diberi penjelasan resmi,” imbuhnya.

Karena pelaku masih di bawah umur, pihak kepolisian berkoordinasi dengan keluarga serta perangkat desa untuk penanganan lebih lanjut. “Saat ini prioritas petugas adalah menyelamatkan kondisi bayi sekaligus menjaga keadaan psikologis ibu yang masih remaja ini,” tegas Joko.

Sebagai informasi, bayi laki-laki itu ditemukan pertama kali oleh seorang remaja bernama Dh bersama temannya, pada Sabtu (6/9) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Saat melintas di area bekas kolam lele sepulang menonton pentas seni, keduanya mendengar suara tangisan bayi. Karena merasa takut, mereka segera melapor kepada ketua RT setempat.

Ketua RT bersama warga kemudian mendatangi lokasi dan menemukan bayi dalam kondisi telanjang, hanya beralaskan daun pisang kering. Saat itu juga, bayi segera dibawa ke bidan desa untuk mendapatkan pertolongan medis. Dari hasil pemeriksaan, kondisi bayi dinyatakan sehat dengan berat 3 kilogram dan panjang 49 sentimeter.

“Kami berharap kejadian serupa tidak terulang lagi. Kasus ini bisa menjadi pelajaran penting bagi orang tua untuk lebih memperhatikan pergaulan serta memberikan edukasi kepada anak-anak remajanya,” pungkas Joko.

More From Author

BERITA POPULER: Target Harga Saham GOTO Terbaru hingga CDIA Tambah Kapal – investor.id

Reshuffle Kabinet Prabowo: Sri Mulyani mundur atau dicopot?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *