
Kekeringan di Kabupaten Pasuruan semakin meluas dan kini sudah dirasakan oleh warga di sebelas desa. Desa-desa yang terdampak krisis air bersih itu tersebar di tiga wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Lumbang, Pasrepan, dan Winongan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengungkapkan bahwa kondisi kekeringan di daerah tersebut sebenarnya sudah menjadi fenomena tahunan. Pasalnya, letak geografis beberapa desa berada di kawasan dataran tinggi yang membuat akses terhadap sumber air cukup sulit. Situasi ini semakin diperparah dengan masuknya musim kemarau, yang berdampak pada berkurangnya debit sumber mata air.
“Musim kemarau menyebabkan penyusutan di sejumlah sumber air. Kondisi ini paling dirasakan masyarakat di dataran tinggi, karena pasokan air semakin terbatas,” jelas Sugeng.
Lebih lanjut, ia merinci bahwa kekeringan saat ini terjadi di lima desa di Kecamatan Lumbang, lima desa di Kecamatan Pasrepan, serta satu desa di Kecamatan Winongan. Untuk mengantisipasi krisis tersebut, BPBD Kabupaten Pasuruan melakukan pendistribusian air bersih secara rutin. Setiap hari, dilakukan dua kali pengiriman, dengan kapasitas mencapai 5 ribu liter sekali droping.
“Totalnya, setiap desa mendapat suplai air bersih sekitar 10 ribu liter per hari. Hal ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap tercukupi,” terang Sugeng.
Upaya droping air bersih ini diharapkan mampu meringankan beban warga, meskipun BPBD mengakui bahwa kebutuhan air masih jauh lebih besar dari jumlah yang bisa didistribusikan. Evaluasi lanjutan akan terus dilakukan untuk menyesuaikan distribusi dengan kondisi di lapangan.
