Remaja 16 Tahun di Rembang Pasuruan Alami Kekerasan Seksual di Bawah Flyover Tol Gempol-Pasuruan

Keluarga korban seusai melapor ke Polres Pasuruan, Kamis (18/9). (M Busthomi/ Radar Bromo)

 

Masyarakat Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, digemparkan dengan peristiwa tragis yang menimpa seorang remaja berusia 16 tahun berinisial DK. Ia diduga menjadi korban pemerkosaan pada Sabtu (13/9) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB di bawah flyover Tol Gempol–Pasuruan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban awalnya berjalan seorang diri sebelum kemudian dicegat oleh pelaku berinisial Fr. Pelaku lantas menyeret korban ke arah pasar desa. Saat itu, beberapa pemuda yang tengah berlatih silat mendengar jeritan korban, namun ketika hendak menolong justru dihalangi oleh pelaku.

Tak lama kemudian, sekitar pukul 01.00 WIB, para pemuda itu kembali melintas dan mendapati korban sudah dalam kondisi tanpa busana. Beberapa warga yang mengetahui kejadian tersebut juga sempat menyaksikan langsung. Ironisnya, sekitar pukul 03.00, korban malah dipulangkan ke rumahnya oleh ayah pelaku. Sang ayah bahkan sempat meminta keluarga korban agar insiden ini tidak diperpanjang.

Keluarga korban menolak tawaran itu dan akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Polres Pasuruan pada Kamis (18/9), dengan didampingi Kepala Dusun setempat, Sokheh. Ia menegaskan pihak desa akan mendukung penuh proses hukum. “Kami sepakat, kasus ini tidak boleh ditutupi. Warga juga ikut mendukung agar keluarga korban mendapat keadilan,” ucapnya.

Dalam proses pelaporan, keluarga juga didampingi Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Pasuruan. Wakil Ketua LPA, Daniel Effendi, menegaskan kasus ini merupakan bentuk kejahatan serius terhadap anak dan harus diusut tuntas.

“Korban butuh pendampingan psikologis jangka panjang, sementara keluarga juga harus dilindungi dari segala bentuk tekanan,” ujarnya. Daniel menambahkan, kasus semacam ini harus menjadi pelajaran bagi masyarakat agar tidak lagi ada budaya menutup-nutupi kejahatan.

“Jika dibiarkan, korban akan semakin menderita dan pelaku merasa aman. Kami mendesak aparat kepolisian menindak tegas,” tegasnya.

More From Author

Motor Digadai, Suami di Kraton Tikam Istri dan Pukul Adik Ipar Pakai Paving

Akses Masuk Gunung Bromo Via Pasuruan dan Malang Ditutup Sementara Selama 2 Hari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *