Pasca Hujan Deras: Longsor dan Ambrol Terjang Purwodadi Pasuruan

Pasca Hujan Deras: Longsor dan Ambrol Terjang Purwodadi Pasuruan

​PURWODADI – Hujan deras yang melanda wilayah Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, pada Rabu (22/10) dilaporkan menimbulkan serangkaian bencana longsor dan ambrol. Dua desa, yakni Desa Gerbo dan Desa Dawuhansengon, menjadi lokasi terdampak yang mengakibatkan kerusakan material.

 

​Kerusakan di Desa Gerbo

​Di Dusun Jajang, Desa Gerbo, intensitas hujan yang tinggi menyebabkan dua kejadian ambrol:

​Pagar Rumah: Dinding pagar rumah warga ambrol sepanjang 35 meter dengan ketinggian lima meter.

​TPT Jalan Kampung: Tembok Penahan Tanah (TPT) jalan kampung juga jebol sepanjang 15 meter dengan ketinggian 1,5 meter.

​Kepala Desa Gerbo, Sutrisno, telah melaporkan kerusakan ini kepada Kantor Kecamatan Purwodadi dan BPBD Kabupaten Pasuruan untuk ditindaklanjuti perbaikannya. Pada Kamis (23/10), warga bergotong royong melakukan kerja bakti membersihkan material longsor.

​Bangunan Usaha Rusak Tertimpa Longsor di Dawuhansengon

​Sementara itu, bencana longsor juga terjadi di Desa Dawuhansengon. Sebuah bangunan tempat usaha servis elektronik milik warga di Dusun Urung-urung, yang berada di tepi jalan raya jurusan Purwodadi – Tutur, mengalami kerusakan akibat tertimpa reruntuhan material tebing tanah.

​Menurut Kepala Desa Dawuhansengon, Sugianto, insiden terjadi sekitar pukul 13.20 saat hujan lebat. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian materiil tidak terhindarkan.

​Tindak Lanjut BPBD dan Imbauan Kewaspadaan

​Menanggapi bencana yang terjadi, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menyatakan bahwa Tim Reaksi Cepat (TRC) telah diturunkan ke lokasi di kedua desa untuk melakukan asesmen dan tindakan darurat.

​Sugeng juga mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Peringatan ini disampaikan sejalan dengan penjelasan dari Kantor Stasiun Geofisika Pasuruan yang menyebutkan bahwa hujan sudah merata di wilayah Jawa Timur dengan intensitas yang tinggi, sehingga risiko bencana sangat mungkin terjadi.

 

Sumber ( Radarbromo )

More From Author

Dana Transfer dari Pusat Turun 24 Persen, Pemkab Pasuruan Siap Kencangkan Ikat Pinggang

Keracunan Massal di Banyuwangi: 112 Siswa MAN 1 Tumbang Usai Santap Menu Makan Bergizi Gratis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *