Rapat Anggaran Ricuh, Staf Bakesbangpol Pasuruan Tantang Dewan Usai Ditanya soal Dana Hibah

Rapat Anggaran Ricuh, Staf Bakesbangpol Pasuruan Tantang Dewan Usai Ditanya soal Dana Hibah

​PASURUAN – Suasana rapat pembahasan Rencana Kerja Anggaran (RKA) 2026 antara Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan dan Bakesbangpol memanas pada Jumat (31/10) pagi. Kericuhan dipicu oleh sikap seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Bakesbangpol yang melontarkan tantangan kepada anggota dewan.

​Insiden ini bermula ketika anggota Komisi I, Sugiarto, mempertanyakan rincian anggaran dana hibah untuk organisasi kemasyarakatan (ormas). Dewan menyoroti fakta bahwa penerima hibah cenderung merupakan organisasi yang sama setiap tahunnya.

​Pertanyaan tersebut ditanggapi oleh Nurul Huda, seorang staf fungsional Bakesbangpol. Bukannya memberikan penjelasan yang substansial, Nurul Huda justru merespons dengan nada tinggi dan defensif, menyatakan bahwa proses tersebut sudah sesuai dengan Permendagri.

​Sikapnya yang tidak kooperatif memancing perdebatan. Puncaknya, ASN tersebut melontarkan kalimat yang dianggap sebagai tantangan fisik. “Ayok wes, gak percoyo, ayok wes metu” (Ayo sudah, tidak percaya, ayo keluar), ucapnya.

​Ucapan ini sontak menyulut emosi para anggota dewan. Salah satu anggota Komisi I, Aris, dilaporkan sampai menggebrak meja dan dengan tegas meminta Nurul Huda untuk meninggalkan ruang rapat.

​Akibat insiden tersebut, rapat kerja terpaksa diskors sementara. Kepala Bakesbangpol Kabupaten Pasuruan, Eddy Supriyanto, yang turut hadir, langsung menyampaikan permohonan maaf atas nama institusinya atas perilaku tidak etis stafnya tersebut.

​Sugiarto menegaskan bahwa sikap ASN itu sangat tidak pantas dan tidak menghargai lembaga legislatif. “Tugas kami (dewan) adalah bertanya dan mengkritisi anggaran. Seharusnya dijawab dengan profesional, bukan dengan emosional dan menantang,” ujarnya.

​Pihak Bakesbangpol berjanji akan melakukan pembinaan internal terhadap ASN yang bersangkutan.

More From Author

Gudang Serbuk Porang di Gempol Ludes Dilalap Api, Kerugian Ditaksir Rp 50 Juta

Hujan Deras Picu Longsor dan Banjir Lumpur di Tosari, Tiga Rumah Warga dan Gedung PAUD Terdampak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *