Ketua DPRD Pasuruan: Jangan Persulit Investor, Regulasi Harus Ramah Investasi
PASURUAN – Potensi besar Kabupaten Pasuruan sebagai magnet investasi di Jawa Timur dinilai belum tergarap maksimal akibat kendala regulasi. Hal ini menjadi sorotan utama Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, dalam acara podcast Jagongan Wakil Rakyat (Jawara) yang digelar di kawasan Wisata Pemandian Air Panas Wong Pulungan, Gempol, Kamis (11/12).
Dalam diskusi bertajuk “Mewujudkan Investasi Daerah Berkelanjutan di Tengah Kebijakan Efisiensi Anggaran”, Samsul menekankan bahwa infrastruktur yang memadai saja tidak cukup untuk menarik pemodal jika tidak dibarengi dengan kemudahan regulasi.
“Kabupaten Pasuruan punya segudang potensi, bahkan ada perusahaan seluler asal China yang berminat masuk. Namun, kita perlu penguatan regulasi agar benar-benar memberikan karpet merah bagi investor, bukan justru mempersulit,” ujar Samsul.
Politisi PKB ini menyoroti pentingnya evaluasi terhadap aturan tata ruang seperti Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang kerap menjadi batu sandungan bagi masuknya modal asing maupun dalam negeri. Menurutnya, jika hambatan regulasi bisa dipangkas, dampaknya akan langsung terasa pada penyerapan tenaga kerja dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pandangan senada disampaikan Ketua APINDO Kabupaten Pasuruan, Nurul Huda. Ia blak-blakan menyebut bahwa daya saing Pasuruan dari sisi biaya (upah) dan infrastruktur mulai tergerus. Sebagai daerah “Ring 1”, biaya operasional di Pasuruan tergolong tinggi, sementara keunggulan akses tol kini sudah dimiliki banyak daerah lain.
“Satu-satunya kunci daya saing yang tersisa adalah masalah perizinan. Pemerintah daerah harus berani melakukan terobosan, misalnya dengan layanan jemput bola atau penyederhanaan birokrasi perizinan,” tegas Nurul Huda.
Acara yang dipandu oleh Radar Bromo ini juga menghadirkan Wakil Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D) Bidang Hukum dan Investasi, Suryono Pane, yang turut mendorong adanya kepastian hukum bagi para investor agar iklim usaha di Kabupaten Pasuruan semakin kondusif.
