Desak Sertifikasi Aset Daerah, SETARA Endus Praktik “Bawah Meja” Jual Beli Kios Pasar Pasuruan
PASURUAN – Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Serikat Transparansi Aset (SETARA) mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan untuk segera menertibkan aset-aset daerah yang hingga kini status hukumnya belum jelas. Desakan tersebut disampaikan dalam audiensi bersama Bupati Pasuruan, HM Rusdi Sutejo, pada Rabu (26/11/2025).
SETARA menilai pengelolaan aset di Kabupaten Pasuruan selama ini belum optimal, bahkan rawan dikuasai oleh pihak ketiga secara ilegal. Hal ini dinilai berpotensi besar menggerus Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Aktivis SETARA, Lujeng Sudarto, mengungkapkan bahwa masih banyak aset daerah yang belum terdefinisikan secara yuridis sebagai milik Pemkab. Ketidakjelasan status hukum ini membuat pemerintah daerah gamang dalam menarik retribusi, sehingga membuka celah bagi oknum untuk menguasai aset tersebut.
“Inventarisasi harus dilakukan, kemudian dipastikan status hukumnya. Kalau sudah jelas, baru bisa ditarik retribusi sehingga jadi pendapatan. Jangan sampai potensi ini hilang begitu saja,” tegas Lujeng.
Ia juga mendorong Pemkab untuk menggandeng Inspektorat guna melakukan audit investigatif. Jika ditemukan unsur penguasaan aset yang merugikan daerah, SETARA menyarankan agar upaya pemulihan ditempuh melalui jalur hukum, mulai dari gugatan perdata hingga pidana khusus jika diperlukan.
Dalam forum yang sama, aktivis lainnya, Totok Abdurrahman, menyoroti praktik jual beli kios pasar yang dinilai sudah menjadi rahasia umum. Ia menyebut adanya indikasi pemindahtanganan aset secara “bawah meja” yang luput dari pengawasan dan jelas merugikan daerah.
Menanggapi hal ini, Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo mengakui bahwa pengelolaan aset daerah perlu dimaksimalkan. Pihaknya saat ini tengah melakukan inventarisasi di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk pendataan ulang di 14 pasar daerah.
“Tahun depan kami ingin digitalisasi aset. Arahnya ke sana. Semua aset harus jelas, tertib, dan memberi manfaat untuk daerah,” ujar Mas Rusdi, sapaan akrab Bupati.
