Kiai di Sempu Banyuwangi Diringkus Polisi, Diduga Cabuli 5 Santriwati

Kiai di Sempu Banyuwangi Diringkus Polisi, Diduga Cabuli 5 Santriwati

BANYUWANGI – Kasus dugaan pencabulan yang mencoreng dunia pendidikan agama kembali terjadi di Banyuwangi. Seorang kiai pengasuh pondok pesantren di Kecamatan Sempu, berinisial S, kini harus berurusan dengan hukum setelah diduga mencabuli lima santriwati di bawah umur.

Penangkapan terduga pelaku bermula dari laporan yang diterima oleh organisasi pendampingan, Yakuza Maneges. Ketua sekaligus pendiri Yakuza Maneges, Thuba Topo Broto atau yang akrab disapa Gus Thuba, menuturkan bahwa kasus ini mencuat setelah pihaknya menerima laporan dari salah satu santri berinisial I yang menjadi perantara keluarga korban.

“Bermula dari laporan masuk ke tim kami. Kami sangat selektif, jika hanya laporan tanpa akses langsung ke korban, tidak kami terima. Namun, dalam kasus ini, akses terbuka lebar sehingga kami segera melakukan verifikasi,” ujar Gus Thuba, Kamis (2/7/2026).

Modus Operandi Sejak 2023

Setelah melakukan rapat internal dan mendatangi rumah para korban, tim Yakuza Maneges memastikan bahwa ada lima santriwati yang menjadi korban aksi bejat sang kiai. Namun, untuk tahap awal, baru dua korban yang berani memberikan keterangan dan bersedia didampingi secara hukum.

Berdasarkan data yang dihimpun, aksi pencabulan ini diduga telah dilakukan S sejak tahun 2023 lalu di lingkungan pondok pesantren tempatnya mengajar. Modus yang digunakan pelaku disebut cukup sistematis.

Bergerak Cepat ke Polresta

Usai mengumpulkan informasi dan bukti awal yang cukup, Yakuza Maneges langsung berkoordinasi dengan pihak Polresta Banyuwangi. Respon kepolisian terhitung cepat; setelah mendalami laporan, petugas langsung bergerak meringkus S untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Gus Thuba menegaskan, fokus utama pendampingan mereka adalah memberikan perlindungan kepada korban agar tetap berani bersuara tanpa takut akan intimidasi dari pihak mana pun.

“Harapan kami, proses hukum ini berjalan transparan. Kami juga mengimbau masyarakat, jika ada kasus serupa, jangan takut untuk melapor. Segera hubungi jalur hukum atau lembaga pendamping agar korban bisa mendapatkan keadilan yang seharusnya,” tegasnya.

Hingga kini, proses penyidikan terhadap kiai berinisial S tersebut masih terus berjalan intensif di Polresta Banyuwangi untuk mendalami adanya kemungkinan korban lain.

More From Author

Perkuat Lini Serang Jelang Liga 3 Nusantara, Persekabpas Pasuruan Gaet Mantan Striker Timnas Osvaldo Haay PASURUAN – Menjelang bergulirnya kompetisi Liga 3 Nusantara musim ini, Persekabpas Pasuruan terus bermanuver memperkuat kedalaman skuadnya. Ambisi besar tim berjuluk Laskar Sakera tersebut ditunjukkan dengan mendatangkan amunisi berkelas di lini depan, yakni mantan penyerang Timnas Indonesia, Osvaldo Haay, pada Rabu (26/8/2026). Manajemen Persekabpas menaruh harapan besar pada jam terbang tinggi serta pengalaman matang Osvaldo di level sepak bola profesional tanah air. Kehadirannya diproyeksikan mampu memberikan warna baru sekaligus menambah daya gedor lini serang guna membentuk skuad yang tangguh dan disegani lawan. Saat ini, Osvaldo Haay telah bergabung bersama rekan-rekan setimnya untuk mengikuti program pemusatan latihan (training center) di Yogyakarta. Pemusatan latihan ini difokuskan pada peningkatan ketahanan fisik para pemain sekaligus mempercepat adaptasi dan chemistry antarpilar di dalam lapangan. Perekrutan Osvaldo kian melengkapi deretan nama-nama beken yang telah lebih dulu mendarat di kubu Laskar Sakera. Sebelumnya, manajemen Persekabpas telah mengamankan tanda tangan sejumlah pilar berpengalaman eks Liga 1 dan Liga 2, termasuk dua pemain naturalisasi dan mantan penggawa tim nasional lainnya. Melalui perpaduan apik antara amunisi sarat pengalaman dan talenta lokal potensial, serta didukung juru taktik yang mumpuni, Persekabpas menatap Liga 3 Nusantara dengan rasa percaya diri tinggi untuk bersaing merebut tiket promosi.

Warga Dukuh Gupit Geger, Pelajar yang Hilang Ditemukan Tak Bernyawa di Dasar Sumur 40 Meter

Pakai Mobil Pikap, Kawanan Pencuri Sapi di Tutur Akhirnya Diringkus Polisi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts