Tekan Angka HIV, Wabup Sidoarjo Pimpin Razia Kafe di Eks Tol Gempol-Porong
SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mulai mengambil langkah tegas menyikapi tingginya angka penyebaran Human Immunodeficiency Virus (HIV) di wilayah Kecamatan Jabon. Sabtu (4/7/2026) malam, Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, memimpin langsung operasi penyakit masyarakat (pekat) yang menyasar deretan kafe di sepanjang jalur eks Tol Gempol-Porong.
Tak main-main, dalam razia yang melibatkan aparat gabungan Satpol PP, Forkopimka Jabon, hingga perwakilan DPRD Sidoarjo ini, petugas mengamankan 75 orang pemandu lagu (LC) serta menyita puluhan botol minuman keras (miras) berbagai golongan.
Skrining Kesehatan di Lokasi
Wabup Mimik Idayana menegaskan bahwa operasi ini adalah upaya preventif untuk melindungi warga Sidoarjo dari ancaman penyakit menular. Wilayah Jabon yang menjadi titik rawan penyebaran HIV membuat pemerintah harus bertindak cepat.
“Razia ini untuk meminimalisir penyebaran penyakit yang membahayakan masyarakat. Jabon ini daerah dengan angka penyebaran HIV cukup tinggi, jadi kami harus melakukan langkah pencegahan,” ujar Mimik di tengah operasi.
Sebagai bentuk deteksi dini, para LC yang terjaring razia langsung menjalani pemeriksaan tes darah di tempat. Hal ini dilakukan untuk memetakan kondisi kesehatan mereka secara cepat.
Kafe Liar Jadi Sorotan
Kepala Satpol PP Kabupaten Sidoarjo, Yani Setyawan, menambahkan bahwa mayoritas LC yang diamankan bukanlah warga setempat. “Sebagian besar berasal dari Bangil dan Pasuruan, hanya sebagian kecil warga Sidoarjo. Setelah didata, mereka akan dikembalikan ke daerah asal,” ungkap Yani.
Selain isu kesehatan, keberadaan bangunan kafe di sepanjang eks Tol Gempol-Porong juga menjadi catatan serius. Pasalnya, banyak bangunan berdiri di atas lahan milik Kementerian PUPR tanpa mengantongi izin alias ilegal.
Yani menegaskan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menertibkan bangunan-bangunan liar tersebut.
“Kami akan tindak tegas. Operasi ini akan terus kami lakukan secara masif dan berkala demi menciptakan ketertiban umum dan memberikan rasa aman bagi masyarakat Sidoarjo,” pungkasnya.
